RSS

nasyid murni vs lagu gaje

29 Jun
Diiringi Bangkitlah Negeriku-nya Shoutul Harokah,  tulisan kali ini terabadikan. Tak kan jauh bercerita dari dunianya malaikat malaikat kecil, alias anak anak.

…..

….

….

….

….

….

….

maaf,sedikit tertunda karena barusan ada saudari jauh yang mengajak diskusi lewat FB… 😀

ehm, saya lanjutkan…

Alhamdulillah ALLAH SWT masih mengizinkan untuk mencicipi nikmatnya Ramadhan bersama mereka. yak, seperti tahun sebelumnya untuk mengisi ramadhan kali ini, aktivitas khusus pengganti sekolah mereka selama sebulan adalah “SERAM” alias Pesantren Ramadhan..istilah saya sendiri heheh…

Ada sedikit yang berbeda saat ini, ketika tahun sebelumnya saya ikut terlibat di kepanitian dan instrukur, untuk saat ini dan seterusnya (mungkin) saya  sama sekali tidak bisa ikut tergabung lagi. Berhubung tuntutan pekerjaan (ehm..)

Tapi tetap saja saya tidak bisa terlepas dari mereka, setiap agenda dan aktivitas mereka  tetap dipantau perkembangannya. Alhamdulillah  hingga saat tulisan indah ini diketik, pesantren dapat berjalan dengan lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Minim “accident”.Semoga dapat berjalan baik hingga akhir nanti. amin.

Sebuah pemandangan yang menyenangkan dan sangat mengharukan bagi saya setelah beberapa hari pesantren berjalan. setelah perjalan beberapa hari keluar kota, akhirnya saya kembali lagi kepadang.

Masih seperti biasa, tujuan saya datang kemesjid diluar waktu shalat adalah melepas rindu. Setelah pintu kos saya kunci rapat (maklum banyak barang berharga, seperti foto keren saya hehehe..) kemudian alas kaki dipakai berangkat menuju lokasi. Beberapa langkah berjalan, bayangan wajah anak – anak itu telah menari nari di pikiran. Sambil senyum senyum sendiri langkah kaki saya percepat. Telah terbayang juga “keusilan” apa yang kira – kira akan saya kerjakan nanti. 😀

Sedang asik membayangkan senyum ceria nan polos dan “mungkin” belum pada mandi itu 😀 di tepi jalan, tiba – tiba saya termenung. Suara ramai anak – anak itu terdengar lewat mike. Bukan ribut ataupun heboh karna bergelut.

Sejenak saya berhenti dan melihat mereka dari jauh. Dengan tangan terkepal di dada, yang dipimpin salah seorang instruktur  mereka semangat melantunkan syair “Jejak (izzatul islam)” .Spontan bulu kuduk berdiri, ada desiran cepat yang terasa di dada ini. Lantang mereka melantunkan syair itu, tanpa malu malu…

Sebuah bait yang membuat saya kembali merenung,

Bait syair itu masih samar saya ingat, pertamakali mendengarnya ketika tahun satu kuliah saat masih bersama “al furqan community”.

begini liriknya :

menapaki langkah-langkah berduri
menyusuri rawa, lembah dan hutan
berjalan diantara tebing jurang
smua dilalui demi perjuangan

letih tubuh di dalam perjalanan
saat hujan dan badai merasuki badan
namun jiwa harus terus bertahan
karna perjalanan masih panjang

kami adalah tentara Allah, siap melangkah menuju ke medan juang
walau tertatih kaki ini berjalan
jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan

wahai tentara Allah bertahanlah,,
jangan menangis walau jasadmu terluka
sebelum engkau bergelar syuhada
tetaplah bertahan dan bersiap siagalah

(Album : Untukmu Syuhada)

Cukup mengena syair singkat Izzatul islam ini, sehingga saya berdiri mendengarkan hingga selesai ditambah mereka mengumandangkan syair itu dengan semangat.

ketika kata perkata diresapi dengan tenang, motivasi yang down pun perlahan kembali up…( 🙂 )

Inilah sebenarnya yang mereka butuhkan, sebuah solusi tepat untuk anak anak dalam lautan pengaruh musik yang berantakan saat ini.

Berantakan…??? jelas!!! bisa ambil beberapa lagu yang sedang populer saat ini, bait kata yang menggambarkan “patah hati”, “jatuh cinta”,”selingkuh”,”ditinggal pacar” sampai  “berkorban demi cinta” .

Belum lagi lagu2 itu dibawakan dengan gaya “cacing belajar balet” atau “ulat melempar buah”(wiro sableng mode) atau “kambing seluncuran diatas lantai”..Semakin nggak jelas.

dan yang lebih parahnya lagi, bukan hanya dibawakan kelompok perempuan yang berusaha sekuat tenaga untuk dianggap Centil tapi juga LAKI-LAKI…!!! (bikin perut semakin geli).

Mungkin sebagian orang akan menganggap lagu2 nyeleneh ini hanyalah hal biasa, dan sebagian akan menganggap syair nasyid diatas akan sangat aneh jika dibawakan oleh anak anak.

Sebagian orang tua mungkin akan bangga jika anaknya mampu dengan baik 100% meniru kelompok boy band atau girl band, dan mengernyitkan keningnya jika tiba tiba anaknya menyanyikan syair nasyid.

Sesungguhnya, penanaman akan kecintaan kepada Rabb dan rasul sangat perlu dimulai sedari dini. Bagaimana bisa mereka dapat menjadi baik ketika besar nanti jika selalu disuguhkan dengan nyanyian hasil konspirasi yahudi???

bagaimana bisa mereka mendoakan orang tuanya yang meninggal kalau lebih hafal lagu memble dan cengeng bahkan sampai satu album, atau lebih kenal dengan pemenang indonesian idol dibandingkan 10 sahabat yang dijamin masuk syurga.

Malikat malaikat kecil ini butuh bimbingan yang serius dan benar untuk menyalurkan bakat yag mereka miliki. Semoga syair nasyid Izzatul islam ini bisa menjadi sebuah solusi yang tepat di lautan lagu GAJE saat ini.

tentunya tanpa mengalahkan keindahan dan kecintaan kepada murottal ayat suci Al qur’an… TAKBIRRRR…!!!!

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 29, 2012 in Goresan pena

 

2 responses to “nasyid murni vs lagu gaje

  1. Iwan Hendri Putra

    Juni 29, 2012 at 7:13 am

    ‘Smoga…. makin banyak yang sudi membimbing malaikat2 kecil itu dari kegegelapan menuju cahaya.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: