RSS

Arsip Bulanan: Juli 2012

duri berakhiran -an

Belum lengkap rasanya jika legenda perjalanan anak muda berkacamata ini, tanpa adanya coretan mengenai anak-anak. Untuk melengkapi sinetron yang  durasinya 3 hari 3 malam, maka secara sukarela dan tanpa adanya tekanan dari sang sutradara, saya akan menuliskan sehalaman tentang pengamatan saya terhadap dunia anak-anak yang ikut terlibat dalam syuting kali ini.

Kalau tidak salah, sesi kali ini merupakan sambungan dari catatan MISI RAHASIA saya di tulisan sebelumnya.

……………..

Diakhir diskusi yang berlangsung antara 3 koordinator saya dengan peserta yang lain, perhatian kami tertuju pada sekumpulan buah berduri yang seolah menantang untuk di “tangani”. Gerombolan durian itu dengan sangar  berkumpul di bawah sebuah pohon bersama dengan para penjualnya. Biasanya memang momen acara besar seperti saat ini, selalu dimanfaatkan oleh para pedagang yang berada disekitar lokasi untuk mencari rezeki. Ada yang jual baju, souvenir, makanan sampai durian.

Dan kebetulan sekali, saat itu di lokasi jambore memang sedang musim-musimnya durian. Jadi sangat tepat bagi masyarakat sekitar untuk menjual Sang Raja dari segala buah itu.

Tatapan sang durian yang semakin tak Berprikebuahan, membuat emosi para koordinator saya. Sehingga dengan sigap mereka menyatukan niat untuk mengeksekusi beberapa dari gerombolan itu. Maka mulailah lembaran 10 sampai 20 ribuan bersatu diatas meja untuk diutus menuntaskan perselisihan antara coordinator dengan geng durian. Berhubung saya orangnya sangat penyabar dan tidak mudah terpancing emosi untuk pertengkaran seperti ini, maka saya sama sekali tidak memberikan utusan untuk ikut dalam pertarungan (bukankah damai itu indah sodara-sodara..???). Lagi pula saya lihat, utusan yang ada rasanya sudah lebih dari cukup untuk bertarung…. 😀 (sampilik mode).

Maka sebagai duta dari para Koordinator, saya bersama dengan bang Oly maju untuk menuntaskan kasus ini. Dengan langkah tegap dan berwibawa kami menuju ibu-ibu sang penjual durian…

 Ah, ternyata sang ibu ditemani dengan beberapa orang anak laki-lakinya yang masih kecil. Insting usil saya kumat, walaupun baru pertama kali bertemu pandang tapi mereka sudah langsung menyentuh hati saya…

Tanpa sungkan, jurus Dying smile (senyuman mematikan :D) saya keluar. Langsung saja kedua pipi salah seorang dari mereka yang berdiri didekat saya jadi sasaran hahaha…. Sedangkan saudaranya yang lain senyum2 saja melihat ulah saya…

Sambil terus mencubiti pipinya, saya bertanya “indak sikolah..???

indak, urang se libur…ka puaso lai” jawabnya.

Hmm…Pintar….

Saya sampai lupa kalau tujuan saya kemari adalah untuk membeli durian bersama bang oly… Untuk itu saya kembali memantapkan niat dan melirik beberapa durian yang dijual sang ibu. Karna saya kurang ahli dalam hal tawar menawar, maka untuk urusan ini saya serahkan kepada bang Oly.

Prosespun berlangsung… pilih-pilih..,tanya harga…,pilih lagi….,tanya lagi…pilih lagi…(ondeh…)

Sedang serunya bang oly memilih, tiba tiba sang anak yang saya cubit tadi merengek manja pada ibunya. Kenapa..? oo.. rupanya ia juga ingin makan durian yang sedang dijual. Tepat yang dimintanya adalah salah satu yang dipilih oleh bang Oly… karna sedang melayani pembeli sang ibu sebentar saja menanggapi sikecil..tapi dengan gigih sikecil tetap merengek meminta pada ibunya.

Si ibupun akhirnya menuruti kemauan sikecil, dengan sigap beliau mengambil “parang”, ambil ancang- ancang…bersiap…, dannn….. bleeessss…. Durian yang telah kami tandai tadi meregang nyawa terbelah dua…

tak terbayang oleh saya jika saja tebasan itu mampir sebentar di batang leher  ini..   (glek)

Oke kembali ke topic semula, durian yang telah tergeletak tak berdaya itu, dipandangi sejenak oleh sikecil tadi. Tanpa sungkan dan berniat untuk menunggu lama, sikecilpun dengan sigap mengambil biji yang berlapis daging buah nan segar dan sangat harum tersebut…(yang puasa selamat menggigit jari ) langkah itupun diikuti oleh saudara2nya yang lain, bang oly pun tak mau kalah dan ikut mencoba beberapa buah yang tersedia… Saya..??? hehe…saya masih asik sendiri memperhatikan sikecil dengan lahapnya makan durian, tampaknya mereka sangat menikmati sekali sambil senyum2 kesenangan… sampai-sampai durian blepotan ke pipinya… hahaha…

Bagi saya, menyaksikan momen seperti ini jauh lebih menyenangkan… tak kebagian pun tak apalah, yang penting melihat anak-anak itu makan dengan lahap, tertawa ditambah seni makan blepotan ke pipi sudah sangat membuat saya bahagia dan terharu.. T.T (halah, sinetron)

Oya, sampai lupa… bagaimana dengan rencana kami membeli durian tadi..? tentu saja tetap lanjut… setelah harga cocok dan lembaran uang diberi, kami berangkat kembali ke tempat semula dan disambut dengan wajah-wajah penuh selera..heheh…

…….. anak anak itu polos……

ketika mereka punya keinginan, sedapat mungkin hal yang diingininya harus tercapai. Tentu saja sesuai dengan kemampuan yang saat itu mereka miliki. Saat bayi, mereka hanya mampu menangis agar kemauannya terpenuhi, minta makan,minum susu,atau bahkan buang air. Hanya dengan menangis. Bertambah umur sedikit, mereka mengenal kemampuan “merengek manja” pada sang ibu. Agar keinginannya tercapai, cara menangis dan merengek dilakukan…sekali lagi agar keinginannya tercapai.. dan itu wajar, karena mereka masih anak anak…

Akan tetapi semangat mencapai sebuah keinginan seorang anak sangat patut untuk tetap dipertahankan. Masing masing kita punya keinginan yang berbeda. Tentu saja sesuai keinginan masing masing. Dan diumur yang sekarang kita telah belajar banyak, sangat banyak…. Agar keinginan dapat terwujud…

Tidak lagi hanya mampu menangis ataupun merengek. Kemampuan yang kita miliki telah jauh diatas usia anak anak, maka dengan kemampuan yang telah dipelajari itulah semaksimal mungkin keinginan yang tersimpan dalam hati dan tertulis di lembaran kertas diusahakan untuk dapat tercapai…

semangat sewaktu kecil itu tidak boleh pudar…!!!

Tapi, apakah menangis dan merengek masih boleh dilakukan…??? Kenapa tidak…

Diusia yang sekarang, kita telah mengenal nama baru untuk 2 hal tersebut, yaitu DO’A…

Ketika punya keinginan, tinggal berusaha semaksimal mungkin dan ber Do’a kepada ALLAH SWT sang pemilik segalanya…

Seperti saat ini, ketika saya punya keinginan… usaha telah dilakukan dan sekarang tinggal…….. ber Do’a.. 🙂 …dan tetap menjaga semangat “kecil”…

…Ah, duriannya sudah habis…

 

 

 

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 25, 2012 in Goresan pena

 

Misi rahasia…

Tu bi kontinyud untuk 3 hari di pasaman….

                Episode yang juga terjadi di hari terakhir kegiatan…

Mengisi hari sambil menunggu agenda penutupan yang akan diadakan jam 12 malam nanti, saya bersama dengan “abang-abang”(sekantor) duduk di kedai sambil berdiskusi dan bersilaturahim dengan beberapa peserta jambore  lainnya. Strategy azaz manfaat langsung saya aplikasikan terhadap abang2 ini, dengan tenang dan focus saya memperhatikan cara mereka berinteraksi dengan orang yang baru dikenal untuk bisa langsung akrab… maklum, mereka  memang telah banyak makan asam garam didunia persilatan pemberdayaan…sehingga metode yang mereka pakai bisa jadi bahan tambahan saya untuk ikut menjadi pakar di dunia setengah nyata ini…. jadi curi curi ilmu dikitlah..hehe..

                Hmm… sepertinya kurang afdhal kalau saya tidak mengupas sedikit cara mereka untuk menggunakan jurus “melebur sukma” alias berbaur cepat dengan makhluk lain. Kenapa ini menjadi penting , karena hal ini juga merupakan bagian tersulit bagi saya dalam berinteraksi dengan makhluk baru…

Kalau urusannya dengan anak-anak atau ibuk-ibuk sih, saya sudah merasa cukup ahli untuk hal hal seperti ini (sombong snek..  :D)hehe…

Tapi kalau dengan kaum bapak yang rata rata umurnya cukup jauh diatas saya, ini boleh dikatakan jurus yang tidak bisa dikuasai dalam semalam… mesti hati-hati dan mandi daun 7 warna selama 9 hari di pincuran 7 kaki gunung merapi…(halah…)

Saya mulai dari coordinator saya di Solok Selatan,bang”Ermaizal” atau biasa dipanggil bang Andhan. Bagaimana sejarahnya antara nama asli dan panggilan ini sama sekali tidak nyambung…? hmm, di episode selanjutnya nanti saya ceritakan(kalau sempat… :D)

Dari pengamatan saya, metode yang ia gunakan disebut “Sporadis koncho”.

Hal biasa yang beliau lakukan untuk pendekatan adalah dengan menanyakan kampung asli sang target. Setelah calon korban menyebutkan daerah asalnya secara detail,  dengan sigap bang andhan segera membuka data memori tentang keberadaan teman-temannya di penjuru dunia. Setelah beberapa nama ditemukan, beliau langsung menggunakannya sebagai senjata utama untuk menyerang korban. Dan sejauh pengamatan saya selama ini, tidak pernah ada yang lolos dari serangan yang dilakukan oleh bang andhan. Sang korban biasanya akan sedikit mengingat-ingat nama ,kaget…,manggut-manggut…, dan berkata “ooo…si anu, lai tau ambo ma…inyo bla bla bla…” kemudian bang andhan akan tertawa dan bilang “Iyo..inyo kawan ambo tu waktu di…..”  . Misi sukses, selanjutnya tinggal menjalankan rencana selanjutnya terhadap sang korban yang sudah menyerah kalah. Metode yang cukup ampuh. Syarat utama untuk menggunakan jurus ini adalah mempunyai stok teman yang jauh diatas kondisi normal. Dan bang Andhan punya itu… ckckckck…ganas…

Selanjutnya bang Yendra emilson… mau tau beliau biasa dipanggil apa?

 “Bang Sakay”….,

 Sangat-sangat tidak ada hubungan sama sekali antara nama di KK dengan panggilan yang disandangnya. Panggilan inipun punya sejarah tersendiri, sehingga butuh kolom khusus untuk menuliskannya. Kisahnya sangat menarik dan ada pembelajaran tersendiri bagi yang pernah mendengarnya….

Metode yang bang sakay gunakan disebut “fire in the joke ”.

Ini merupakan bakat alami yang dimiliki bang sakay, hal paling berbahaya dari metode ini adalah sang korban tidak menyadari dirinya diserang dan  efeknya akan  sangat cepat menyebar kepada orang yang berada  disekitarnya, sehingga korban yang dilumpuhkan menjadi sangat banyak dalam waktu yang sangat singkat….

Biasanya  bang sakay akan mengamati pembicaraan yang terjadi diantara beberapa calon korban. Sambil tetap tenang mendengarkan, data data mengenai “garah”(lawakan) yang tersimpan di memori berkapasitas super meganya otomatis akan muncul seketika…

Dalam waktu singkat ia mengambil kesimpulan dari pembicaraan yang terjadi, maka secara langsung tanpa ba bi bu… bang sakay akan terjun ke pembicaraan tersebut. Data data garah (lawakan) yang telah dinilai layak untuk dilontarkan akan segera menyerang bibir dan menjalar ke perut sang korban…. Bibir sang korban biasanya akan menyeringai dan tersenyum simpul, bagi yang lemah iman akan tertawa lebar . bagi yang menderita lemah otot perut, maka otot akan mengeras dan terasa sakit…

Setelah korban terkapar, selanjutnya lampu merah akan berkedip yang menandakan “MISION SUCCES”…

Bahayanya, karna saya sedang melakukan penelitian langsung kepada bang sakay dan sang korban, efek “fire in the joke” ini juga ikut menyerang saya… Satu satunya cara untuk selamat dari pengaruh joke bang sakay adalah berada di luar zona radiasi sejauh mungkin… kalau ingin perut tetap sehat…

Kemudian yang terakhir bang Oly Hendri, satu-satunya diantara ketiga penguasa jurus melebur sukma yang dipanggil sesuai dengan nama aslinya… Bang Oly.

Metode yang digunakan bang oly dinamai “water  bullet and big coffee”

Metode ini merupakan gabungan dari 2 metode yang digunakannya… Jika berada dalam kondisi makan bersama satu tempat, baik pagi, siang, ataupun malam. Mau cuaca panas ataupun dingin secara otomatis metode “water bullet” akan aktif…

Kenapa…? bang oly memiliki kemampuan alami mengeluarkan keringat sebanyak-banyak nya saat sedang makan. Tidak peduli cuaca dingin sekalipun, persediaan tissue yang ada dikedai untuk seminggu akan habis dalam sekejap oleh bang oly. Hal ini menjadi langkah yang sangat efektif untuk melancarkan jurus melebur sukma..dan dalam catatan saya, ini merupakan metode yang paling Santai dan Enak. Karena tinggal makan saja dengan santai dan tanpa bicara sepatah katapun,  calon korban dengan sendirinya akan ditarik oleh aura “water bullet”. Biasanya korban akan spontan melihat dan berkomentar tentang “water bullet”nya bang oly… kemudian dengan tersenyum bang oly akan menjelaskan sedikit saja tentang dirinya dannn……MISION SUCCES… korban dengan sendirinya akan terkapar.

Lain lagi dengan metode “big coffee”(tulisan kopi kayak gimana yah..???), hal ini diterapkan diluar kondisi makan bersama. Bang oly yang berpostur tinggi besar ,tentunya diiringi dengan suara yang sepadan biasanya akan menjadikan kopi sebagai dopingnya… calon korban yang berada didekatnya akan ditawarkan untuk minum kopi bersama.. bagi yang sehobi,sang korban akan menerima…bagi yang tidak, korban biasanya akan berkata “mokasi pak… taruihlah…ambo alah tadi..” . disini bang oly akan sedikit bercerita tentang asal atau kampungnya, dan sikorbanpun secara otomatis akan menyampaikan asal daerahnya… maka mulailah mereka saling bertukar cerita tentang kampung asal yang tanpa disadari oleh korban bahwa ia telah berada dalam jeratan kawat baja bang oly… dan sekali lagi misi sukses…

…………………

Hebat bukan…  😀

Tapi sehebat hebatnya mereka, tanpa mereka sadari jurus melebur sukma yang mereka punya telah saya curi diam diam… hahaha…

 yah.. walaupun saya harus sedikit berkorban waktu untuk mendengar cerita yang sama berulang2,..menterapi otot perut dan rahang yang mengeras,  sampai harus merasakan tidur hingga pukul setengah 4 pagi serta kehilangan rasa lapar karna kopi…

yang jelas misi menyerap dan duplikasi jurus melebur sukma… SUCCESS…..

ckckckckck..kakmarde memang keren abislah..hehehe…. 😀

🙂 ilmu bisa didapat dari mana saja, tergantung keseriusan dan keinginan yag kuat untuk terus belajar… (MSAL)

 

 

 

 
6 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 19, 2012 in Goresan pena

 

SEBATAS MAGHRIB…

Rabu, 11 juli 2012 tepat hari terakhir saya mengikuti kegiatan jambore di Pasaman timur,lebih tepatnya di bendungan panti rao. Kegiatan program sekali setahun (yang sama saja menurut saya setiap tahunnya) ini dilaksanakan selama 3 hari… mirip2 kemping, dengan lokasi yang luar biasa alami dan nyaman.

Banyak  cerita menarik yang ingin saya bekukan dalam bentuk tulisan, karna memang 3 hari ini penuh dengan ibrah yang bermanfaat. Akan tetapi dari sekian banyak cerita yang “akan” saya tulis, ada 2 kisah yang hanya akan menjadi konsumsi pribadi dan tidak dapat dibagikan kepada masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat eropa pada khususnya.. 😀 (pria tampan only….) hehe,,karna sangat222222222 berkesan…

oke, saya mulai saja dari  hari terakhir menjelang ceremonial penutupan acara. Maghrib.

Mushalla yang kami gunakan disini cukup kecil, maksimal tampungan jema’ah laki2 hanya 3 shaf sehingga yang telat datang mesti antri untuk shalat. termasuk untuk berwudu’, yang telat belakangan…

dari  beberapa kali “supervisi” ke mushalla ini, sangat kontras bahwa masyarakat asli yang meramaikan mushalla ini adalah orang tua.

yang muda2 dan remaja nya…??? entahlah, mungkin semua pergi merantau  keluar daerah.

bapak dan ibu2 disini sangat baik, sangat murah senyum dan mudah tegur sapa sehingga ketika sampai disini, prsoses berbaur dan bergurau menjadi sangat cepat. 3 hari shalat bersama menambah keakraban menjadi semakin erat. sampai hari terakhir ini, ketika shalat maghrib.

saya tidak mau kena macet saat berwudu’, sehingga untuk berwudu’ saya pakai bording pass (istilah sumbarang kanai) dengan datang lebih dulu ke lokasi terjadinya perkara…

wajah polos nan imut kembali terasa segar setelah dibasuh air jernih sehingga senyum mempesona saya menerangi hari yang mulai beranjak gelap… TRING…!!! senyum pepsodent tertoreh dengan mata tersipit sipit…

di mushalla beberapa orang telah lebih dahulu datang, sebagian saling berbincang menunggu waktu masuk. tepat jam setengah tujuh kurang sang Mu’azin mengumandangkan azan dengan syahdu.. merdu sekali.

Indonesian idol kalah jauuuuuuuuuhhhhhh….

diiringi iqamah hingga selesai jama’ah mulai berdiri menyusun shaf. anehnya, setelah shaf lurus dan rapat tidak seorangpun yang maju untuk memimpin menjadi imam. maka para bapak mulai saling merekomendasikan BALON MAM…(bakal calon imam). tapi masng2nya malah saling mempersilahkan saudaranya yang lain untuk memimpin para makmum. masyarakat setempat meminta peserta pendatang yang memimpin, sedangkan para pendatang juga mempersilahkan masyarakat disini yang mengimami shalat. Akhirnya setelah beberapa lama saling “tulak ansua”, para ibuk2 pun turun tangan.. 😀 mereka meminta salah seorang pendatang memimpin shalat.

“untuak kenang2an pak, kini terakir lainyo..bisuak apak2 pai lai..ndak sobok2 jo kami lai do”… ucap sang ibuk.

kontan jamaah tertawa renyah.

tawa yang penuh keakraban dan diselipi rasa sedih di hati paling dalam karna akan berpisah.

maka majulah seorang bapak yang biasa dipanggil buya oleh masyarakat dan pendatang untuk mengimami shalat.

tenang dan nyaman beliau memimpin shalat dengan tartil dan tajwid yang “sumantap”(subana mantap) sehingga shalat kali itu terasa sangat nikmat.

diakhir shalatpun jemaah bersama membaca zikir… LUAR BIASA lah pokoknya.. 🙂

……

sejenak di perjalanan kembali ke tenda saya merenung, mereka yang menolak untuk memimpin shalat tentulah sangat mengerti betapa menjadi imam adalah amanah yang sangat berat. sehingga ketakutan untuk tidak mampu menjalankan amanah membuat mereka mempersilahkan rekannya untuk maju memimpin.

renungan saya terus berlanjut…

kesadaran akan beratnya amanah seorang pemimpin ini menjadi sangat penting dimiliki oleh setiap pria. sehingga ketika ia tahu bahwa memimpin itu adalah amanah yang harus dipertaggung jawabkan dihadapan RABB kelak, tentunya persiapan untuk memimpin haruslah matang, tidak asal2an… karna yang dipimpin adalah benar2 sebuah tanggung jawab (bukan dia nanggung saya yang jawab)

….

apalagi untuk negara ini, mempersilahkan untuk memimpin menjadi sangat langka..karna posisi pemimpin masih sebatas lambung, bukan hati..

semoga kita menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan selalu berusaha untuk menjadi lebih baik, dengan berlandaskan niat karna ALLAH SWT…

dimaghrib kisah ini terjadi, menjelang maghrib tulisan ini saya akhiri…

 
15 Komentar

Ditulis oleh pada Juli 12, 2012 in Goresan pena