RSS

Arsip Tag: warung

Si Cantik Putri…

Cukup menyenangkan pekerjaan yang saya jalani saat ini. walau lokasi yang ditempuh dari kota Padang tercinta lumayan jauh akan tetapi karena sudah terbiasa, jalanan yang saya lewati seolah olah memendek. Ditambah bentang alam yang menjadi tontonan gratis luar biasa indahnya. Masyaallah, saya selalu terkagum kagum setiap melalaui jalan jalan ini. Udara pagi segar yang disambut dengan hijaunya kebun teh, danau jernih,para petani pengambil daun teh serta ketentraman yang luarbiasa membuat bibir keren saya selalu tersenyum senyum sendiri merasakan keindahan itu.(ngiri kan heheh…ituuu…).
Nah, saya lanjutkan kembali kisah romansa perjalanan seorang pria pengembara pencari “ehm” ๐Ÿ˜€

Agenda pada hari jum’at ini telah selesai, hingga sudah saatnya sore ini saya bersama rekan untuk kembali ke peraduan saya di Padang. Seperti biasa, untuk melepas lelah karena masing masing kami membawa motor sendiri, kami istirahat di kedai yang telah menjadi langganan. Suhu yang duuuiiinginnn buangettt, membuat jaket hitam tebal tidak lepas dari badan saya yang maskulin ( ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ). fiuuhh…motor segera kami parkir dan perlahan sambil memegang pinggang yang pegal berjalan memasuki warung. Senyum hangat dari “etek”,(saya memanggil ibu pemilik warung demikian) menyambut kami bersama ucapan salam yang juga segera dibalas. Hmm..ada yang berbeda kali ini, “etek” ternyata ditemani 2 orang anak perempuannya yang baru kali ini saya lihat. Si kecil dan si paling kecil :D.

Senyum mempesona saya mengembang melihat si paling kecil, tebakan saya ia masih SD dan bisa untuk dibecandai. Tapi nantilah, lelah membuat saya ingin rehat sejenak dengan berjalan jalan di kebun sayur pinggir danau sambil menunggu minuman hangat dan nasi goreng yang telah saya pesan tadi.(pengen juga kan..huehehe..).

Sedikit merasa nyaman, saya kembali ke warung untuk mengisi energi. sambil makan saya terus memperhatikan si paling kecil. Ia sedang asik nonton kartun di TV. Konsentrasi penuh sepertinya, sehingga saya belum bisa sedikit mengusilinya. Tak lama kemudian waktu shalat maghrib masuk. Si paling kecil yang ternyata bernama Putri dan duduk dibangku kelas 3 SD (hasil introgasi tingkat tinggi nih…) sepertinya ada kegiatan yang harus dikerjakannya. Tidak jelas “etek” mengingatkan tentang apa, akan tetapi yang membuat saya terkesima adalah respon dari putri dengan logat minang kentalnya “aden sumbayang lu” (saya shalat dulu). Dengan mata berbinar saya terus memperhatikannya, sigap ia ke belakang untuk berwudu’, kemudian berdiri sejenak dengan menangkupkan kedua tangan mungilnya….berdoa selesai berwudu’… HEBAT…!!!

Putri segera mengambil sajadah dan membentangkan tepat didepan TV, ๐Ÿ™‚ sambil melihat kartun ia perlahan memasang jilbab, kemudian memasang mukena dan sarung… mungkin terpengaruh film kartun hingga proses memasang jilbab dan mukena menjadi lambat hingga dibawah 20 km/jam :D… tersenyum senyum kecil saya melihatnya.

Sayangnya saya harus segera berangkat agar tidak terlalu malam diperjalanan, maklum belum ada lampu jalan. Usai membayar ke etek, saya segera menuju parkiran motor. Akan tetapi rasa penasaran membuat saya selalu melihat ke arah putri yang masih belum juga memulai shalatnya (masih merapi rapikan mukena, sambil nonton juga hihihi…). segera saya ambil helm dan me-lap bangkuย  motor yang berembun, dan kembali mata terarah ke sang putri….apa yang terjadi????huahahaha….tawa saya meledak melihat dianya tiba tiba sudah rukuk.(super ligat hahahha….baca surat super pendek mungkin :))…penasaran ingin melihat sampai usai,tapi mau tidak mau saya mesti berangkat pergi meninggalkan putri yang sedang shalat.

๐Ÿ™‚ namanya Putri, dan ia memang masih kelas 3 SD dan belum begitu paham tentang shalat yang dikerjakannya sehingga masih bisa terlena dengan tontonan TV. Akan tetapi Putri punya sesuatu yang sangat istimewa, kesadaran dari hatinya untuk segera mengerjakan shalat sebelum melanjutkan aktivitas lainnya. Putri juga tidak lupa untuk mempraktekan ilmu yang telah diperolehnya…berdo’a seusai berwudu’.Tinggal bimbingan lembut dari orang tua,agar si Putri kecil bisa mengesampingkan film dan menomorsatukan shalatnya.

Pernyataan “saya shalat dulu” itulah yang luar biasa,di usia dininya putri telah di berikan pemahaman yang baik tentang pentingnya shalat.

Kembali…didikan orangtualah yang menjadi utama untuk agama nan indah ini. Sekolah dan tempat mengaji tetap akan memberikan kurikulumย  tentang berislam,akan tetapi Rumah dan orangtua adalah tempat pendidikan yang paling baik dan utama. Godaan lingkungan luar saat ini sungguh berbeda dengan belasan atau puluhan tahun sebelumnya. Menjadi orangtua pada masa ini harus lebih overprotektif untuk kebaikan sang anak. dan hanya ada satu hal sebagai ilmu paling mujarab untuk setiap masa, Pendidikan ala Rasulullah SAW.

semoga putri kecil menjadi wanita shaleha kelak… ๐Ÿ™‚

Iklan
 
15 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 2, 2012 in Goresan pena

 

Tag: